Bentuk lampau want adalah wanted: akhiran /ɪd/, pasangan want dengan won't, dan saat wanted terdengar persis seperti want it

WELE Team16 min read1 views
Bentuk lampau want adalah wanted: akhiran /ɪd/, pasangan want dengan won't, dan saat wanted terdengar persis seperti want it
On this page

Kamu mendengarkan dan menulis ejaan satu cuplikan percakapan di kedai. Penutur melontarkan satu kalimat, kamu menulis "I want it to be there earlier", dan dua kata pertama dicoret merah. Kalimat aslinya adalah "I wanted to be there earlier". Jawaban singkat dulu: want adalah kata kerja beraturan, past simple-nya wanted, dan past participle-nya juga wanted. Tidak ada wont, tidak ada wanten, cukup tambah -ed.

Lalu kenapa masih salah. Karena want termasuk sedikit kata kerja yang akhiran -ed-nya harus dibaca sebagai satu suku kata tersendiri, dan juga karena dalam bahasa Inggris Amerika sehari-hari, suku kata itu mengecil sampai "I wanted" dan "I want it" terdengar hampir sama persis. Belum lagi satu hal lagi: want dan won't beda cuma satu vokal, sementara dua kalimat yang memuat keduanya punya arti yang benar-benar berlawanan.

Artikel ini menelusuri seluruh rangkaian itu: tabel bentuk want, mengapa akhiran -ed-nya jadi /ɪd/, struktur want dengan orang dan dengan kata kerja, satu bagian khusus untuk pasangan want dengan won't, dan cara wanted terdengar dalam kalimat pada kecepatan normal.

Tabel bentuk want, dan mengapa akhiran -ed jadi satu suku kata

Lima bentuk, ringkas dalam satu tabel. Kolom transkripsi mengikuti aksen Amerika; perbedaan aksen Inggris dicatat jika signifikan.

BentukKataTranskripsiContoh singkat
Bentuk dasar (V1)want/wɑːnt/ (Inggris: /wɒnt/)I want a coffee.
Orang ketiga tunggalwants/wɑːnts/She wants more time.
Past simple (V2)wanted/ˈwɑːntɪd/We wanted to leave.
Past participle (V3)wanted/ˈwɑːntɪd/He has wanted this for years.
Present participlewanting/ˈwɑːntɪŋ/The report is wanting detail.

Langsung saja: want adalah kata kerja beraturan. Banyak orang mencari bentuk lampau want karena merasa kata ini pendek dan sering dipakai, lalu mengira harus tidak beraturan seperti go atau get. Bukan. Tambah -ed selesai, baik V2 maupun V3 sama-sama wanted.

Bagian yang layak dipelajari ada pada cara membaca akhiran itu. Bahasa Inggris punya tiga cara membaca -ed, dan yang mana dipakai ditentukan oleh bunyi akhir batang kata. Batang kata yang berakhir dengan bunyi tak bersuara seperti /k/, /p/, /s/ membuat -ed dibaca /t/, contoh walked, stopped. Batang kata yang berakhir dengan vokal atau konsonan bersuara membuat -ed dibaca /d/, contoh stayed, moved. Batang kata yang berakhir dengan /t/ atau /d/ sendiri memaksa -ed jadi suku kata tersendiri /ɪd/, karena dua bunyi yang sama tidak bisa menempel.

Want berakhir dengan /t/, jadi wanted masuk kelompok ketiga. Ada dua suku kata: /ˈwɑːn/ dan /tɪd/. Satu kelompok dengannya ada needed, started, waited, decided, ended, added, visited. Ini kelompok paling mudah dibaca dari ketiga kelompok, karena akhirannya diucapkan jelas, tidak bersembunyi di belakang konsonan lain.

Tapi justru bagian yang mudah itu yang menimbulkan jebakan mendengar terbesar want, dan bagian belakang artikel akan kembali ke sana. Dalam bahasa Inggris Amerika santai, klaster /nt/ di antara dua vokal sering kehilangan bunyi /t/. Itu sebabnya winter terdengar seperti winner, twenty seperti twenny, dan wanted seperti wannid. Suku kata yang dijanjikan aturan ejaan memang ada, hanya bentuknya tidak utuh lagi.

Beberapa kata kerja lain dalam kelompok akhiran /ɪd/ juga layak dilihat untuk perbandingan: bentuk lampau need masuk kelompok yang sama tapi berakhir dengan /d/ sehingga needed tidak kehilangan bunyi seperti wanted, bentuk lampau start juga punya /t/ di akhir dan mengalami fenomena hilangnya bunyi yang sama dalam aksen Amerika, sedangkan bentuk lampau go layak dibaca bersamaan karena went dan want adalah pasangan yang paling sering tertukar saat mendengarkan. Peta yang lebih besar ada di artikel tata bahasa Inggris, di mana kamu melihat kata kerja ini berdiri di mana di antara berbagai tense.

Di mana wanted berdiri, dan want dipasangkan dengan struktur apa

Prinsip paling ringkas: wanted sekaligus past simple sekaligus participle, jadi perannya ditentukan kata di depannya, bukan bentuknya. Tidak ada apa pun di depannya, itu past simple. Ada have, has, had di depannya, itu participle. Untuk want, present perfect jauh lebih jarang, karena ini kata kerja yang menyatakan keinginan sehingga sebagian besar kalimat jatuh ke past simple.

KalimatBenar atau salahMengapa
I wanted to call you last night.BenarPast simple, ada titik waktu lampau yang sudah tertutup
I have wanted to call you last night.SalahPresent perfect tidak dipakai dengan titik waktu lampau spesifik
She has wanted that job for years.BenarParticiple setelah has, keinginan berlangsung sampai sekarang
Did you wanted a receipt?SalahSetelah did pakai bentuk dasar want
I wanted that he comes with us.Salahwant tidak dipasangkan dengan klausa that, harus want someone to do
I wanted him to come with us.BenarStruktur standar adalah want somebody to do something

Dua baris terakhir adalah bagian yang paling sering bikin orang Vietnam salah, dan layak dibahas lebih rinci. Want tidak pernah dipasangkan dengan klausa that. Kalau mau bilang kamu ingin seseorang melakukan sesuatu, bahasa Inggris memakai satu pola saja: want ditambah orang ditambah to ditambah kata kerja. "I wanted my brother to drive", "They wanted us to wait", "She wanted me to check first".

Di luar tata bahasa, want juga punya area makna yang dalam bahasa Vietnam digabung ke kata muốn sehingga sangat mudah dipakai di tempat yang salah. Enam pasang di bawah ini membedakan batasnya dengan jelas.

Pasangan kalimatBedanya di mana
I want a table for two. / I would like a table for two.Keduanya benar secara tata bahasa, tapi want terdengar kasar dalam situasi layanan. would like barulah yang orang ucapkan
I wanted a coffee. / I needed a coffee.want adalah keinginan. need adalah kebutuhan, tanpanya urusan berantakan
He wanted the job. / He applied for the job.wanted hanya bicara soal keinginan, belum bicara tindakan apa pun
The man is wanted by police. / The man wants the police.Di kalimat pertama wanted adalah kata sifat artinya buron. Kalimat kedua artinya benar-benar berbeda
The report is wanting in detail. / The report wants detail.Keduanya bermakna kurang, ini pemakaian want yang formal dan agak kuno
You do not want to miss this. / You should not miss this.Struktur you do not want to biasanya nasihat, bukan bicara keinginan sungguhan

Mendengarkan wanted dan won't dalam ucapan nyata

Ini bagian terpanjang di halaman ini. Want adalah kata kerja yang muncul padat dalam percakapan, dan justru karena padat, paling banyak terkikis. Hampir setiap bentuknya punya versi pendek sendiri dalam ucapan nyata.

Klaster /nt/ di antara dua vokal sering kehilangan bunyi /t/ dalam aksen Amerika. Ini aturan, bukan bicara sembarangan. Winter jadi winner, twenty jadi twenny, internet jadi innernet, dan wanted jadi wannid. Suku kata kedua masih ada tapi konsonan pembuka suku kata itu tidak.

Karena itu "I wanted" dan "I want it" terdengar hampir sama persis. Keduanya keluar jadi "ai wanid". Ini pasangan yang paling sering bikin salah untuk kata kerja ini dalam latihan mendengarkan, dan perlu dicatat: tidak ada trik pelafalan yang bisa menyelamatkan kamu. Hanya tata bahasa di belakang yang bisa memisahkannya: kalau diikuti to ditambah kata kerja, itu wanted; kalau kalimat sudah cukup makna dan tidak ada yang mengikut, itu want it.

Want to mengecil jadi wanna, wanted to mengecil jadi blok dua setengah suku kata. "I want to go" keluar jadi "ai wanna go". "I wanted to go" keluar jadi "ai wanid tuh go", dan pada kecepatan cepat bagian tuh tipis sampai hanya tersisa satu vokal pendek. Pelajar yang menunggu mendengar to dengan jelas akan menunggu selamanya.

Didn't want to digabung jadi satu blok. "I didn't want to say anything" keluar jadi "ai dint wanna say enything", kadang lebih ringkas lagi jadi "ai din wanna". Penyangkalan ada dalam satu bunyi /n/ yang sangat pendek, dan melewatkannya berarti salah paham seluruh kalimat.

Want dan won't hanya beda vowel, tapi artinya benar-benar berbeda. Won't adalah bentuk pendek dari will not, dibaca /woʊnt/ dengan diftong yang meluncur dari bibir bulat ke lebih bulat. Want punya vowel terbuka, dalam aksen Amerika bibir tidak bulat, dalam aksen Inggris bulat tapi pendek. Bagi orang Vietnam, keduanya mudah dibaca jadi satu bunyi oon yang sama.

Ada satu trik tata bahasa yang menyelamatkan Anda saat telinga belum bisa memisahkan want dan won't. Setelah want hampir selalu ada to atau kata benda. Setelah won't selalu kata kerja dasar tanpa to. Dengar "I wanna go" berarti itu want. Dengar "I won't go" tidak ada bunyi schwa di antara keduanya. Petunjuk ada di jeda antara dua kata, bukan di vowel.

Tabel di bawah memisahkan pasangan want dan won't karena layak dapat tempat sendiri.

PasanganCara terdengarCara mengecek sendiri
want / won'twant punya vowel terbuka dan pendek, won't punya diftong meluncurDengar apakah setelahnya ada schwa dari to
I want to go / I won't goKalimat pertama tiga ketuk, kalimat kedua duaHitung ketuk, jangan tebak vowel
wanted / want itDua kalimat terdengar persis sama dalam aksen AmerikaLihat apakah di belakang ada to plus kata kerja
want / wentVowel went ada di depan rongga mulut seperti dalam bedBandingkan dengan kata bed dan hot saat latihan
wanted / wanderedKeduanya dua suku kata dan punya /n/ di tengah, beda di bunyi akhir suku kata pertamaDengar bagian akhir, wandered berakhir dengan /d/ tanpa e
don't want / won't"I don't want to" disingkat jadi "ai dowanna", sangat dekat "ai won't"Dengar apakah ada bunyi /d/ di awal

Tabel di bawah menempatkan berdampingan kalimat asli, bunyi saat bicara cepat, dan kesalahan transkripsi yang sering muncul. Kolom tengah adalah bunyi yang ditangkap telinga, bukan transkripsi fonetik standar.

Kalimat asliTerdengar sepertiPelajar sering menulis
I wanted to be there earlier.ai wanid tuh bi ther erlierI want it to be there earlier.
She wanted us to wait outside.shi wanid s tuh weit outsaidShe want us to wait outside.
I didn't want to say anything.ai din wanna say enithingI want to say anything.
He won't come to the meeting.hi wont kam tuh the mitingHe want come to the meeting.
They wanted twenty more chairs.they wanid twenny mor chersThey want twenty more chairs.
We wanted it done by Friday.wi wanid it dun bai fraideiWe want it done by Friday.

Lihat kolom ketiga, Anda akan melihat tiga jenis kesalahan berdampingan. Jenis pertama adalah hilangnya suku kata akhir, yaitu wanted jadi want, dan itu terjadi karena bunyi /t/ yang membuka suku kata kedua sudah jatuh sehingga telinga Anda tidak melihat batasnya. Jenis kedua adalah salah potong kata, yaitu wanted jadi want it, dan ini harus diselesaikan dengan tata bahasa, bukan dengan telinga. Jenis ketiga adalah hilangnya negasi, yaitu baris didn't want to, dan ini yang paling berbahaya karena kalimat yang ditulis tetap lancar tapi artinya kebalikan.

Ilustrasi rangkaian gelombang suara yang sama bisa dipotong jadi dua urutan kata berbeda
Rangkaian suara yang sama, potong di sini jadi wanted, potong di sana jadi want it.

Dalam satu sesi dictation di WELE, rangkaian ini terlihat sangat jelas. Anda menulis ulang kalimat persis seperti yang baru didengar, bagian penilaian menyorot tepat di tempat yang meleset, dan Anda melihat "want it" milik Anda berdampingan dengan "wanted" dari teks asli. Jika kesalahan itu berulang di banyak kalimat berbeda, kesimpulannya bukan Anda lupa aturan menambah -ed, melainkan telinga Anda belum terbiasa dengan bunyi /t/ di antara dua vowel yang hilang dalam aksen Amerika.

Cara memperbaikinya juga mengarah ke sana. Alih-alih menulis lebih banyak cuplikan acak, cari kalimat yang punya wanted to dan want it lalu dengarkan berulang-ulang justru dua pola itu, agar telinga belajar mengandalkan bagian di belakang, bukan bagian bunyi yang hilang. Setelah beberapa puluh kali, Anda otomatis menunggu kata to tanpa perlu berpikir, dan saat itulah pasangan ini berhenti mengganggu Anda.

Bunyi-bunyi ini hilang bukan karena Anda pendengarannya buruk, dan artikel connected speech menjelaskan mekanisme menelan bunyi dan menghubungkan bunyi untuk seluruh kalimat. Kalimat asli ada di perpustakaan podcast, dengan transkrip untuk dicocokkan.

Frasa yang sering muncul dengan wanted

Want tidak melahirkan banyak phrasal verb, tapi ada di banyak kombinasi tetap dan dua tiga struktur kalimat yang Anda temui setiap hari. Tiga belas baris di bawah sudah ditulis dalam bentuk lampau atau participle agar Anda langsung kenal wajahnya.

FrasaArtiContoh
want to do somethingIngin melakukan sesuatuShe wanted to change the schedule.
want somebody to do somethingIngin seseorang melakukan sesuatuThey wanted me to send the file first.
want something doneIngin sesuatu selesai dikerjakanHe wanted it finished before lunch.
badly wantSangat ingin, mendambakanShe badly wanted that place on the team.
want outIngin keluar, ingin melepaskan diriTwo partners wanted out after the first year.
want inIngin ikutHe heard the plan and wanted in.
want nothing to do withTidak mau terlibat sama sekaliShe wanted nothing to do with the campaign.
want for nothingTidak kekurangan apa punThey wanted for nothing as children.
be wanted by policeDiburu polisiHe was wanted by police in two provinces.
most wantedPaling diburuThe name was on a most wanted list.
help wantedButuh karyawan, sering terlihat di papan lowonganA help wanted sign had been in the window for weeks.
if you wantJika Anda mauI would have gone with you if you wanted.
you do not want toAnda sebaiknya tidak, ini nasihatHe said we did not want to be late for that one.

Ada satu detail yang perlu diperhatikan di baris be wanted by police. Di sana wanted sudah keluar dari peran kata kerja dan jadi kata sifat dengan arti sendiri. Inilah alasan papan bertuliskan help wanted tidak bicara siapa ingin apa, artinya hanya tempat ini butuh orang. Begitu juga, kalimat seperti "the wanted man was arrested" sama sekali tidak menyebut keinginan siapa pun.

Satu detail lagi tentang you do not want to. Frasa ini hampir selalu nasihat, bukan pernyataan tentang keinginan pendengar. "You don't want to miss the last bus" artinya jangan sampai ketinggalan bus terakhir. Jika diterjemahkan secara harfiah, kalimat jadi tidak masuk akal, dan inilah bagian yang sering dipahami terbalik oleh pelajar.

Kesalahan yang sering dibuat orang Vietnam dengan want

Membaca wanted jadi satu suku kata. Karena batang kata berakhir dengan /t/, akhiran -ed wajib jadi suku kata sendiri. Wanted punya dua suku kata, bukan satu. Membacanya menempel jadi "wantd" membuat pendengar tidak mengenali bentuk lampau, dan lebih buruk lagi, itu melatih telinga Anda untuk tidak menunggu suku kata itu saat mendengar.

Want that menggantikan want somebody to do. "I want that you call me tomorrow" adalah kalimat salah. Want tidak dipasangkan dengan klausa that dalam bahasa Inggris modern. Kalimat benar adalah "I want you to call me tomorrow", dan bentuk lampaunya "I wanted you to call me". Kesalahan ini sangat sulit disadari sendiri karena struktur itu ada dalam bahasa Vietnam dan banyak bahasa Eropa.

Did you wanted. Aturan setelah did tidak berubah: did menahan tense, kata kerja tetap bentuk dasar. "Did you want a receipt?" barulah benar. Tepat saat Anda fokus ingat harus menambah -ed, kesalahan ini muncul, karena Anda ingat terlalu kaku.

Memakai want di tempat yang perlu would like. "I want a table for two" tidak salah tata bahasanya, tapi di restoran atau hotel terdengar kasar. Kalimat yang benar-benar diucapkan orang adalah "I would like a table for two" atau "Could we have a table for two". Ini kesalahan tingkat kesopanan, bukan kesalahan struktur, dan tidak dicoret dalam ujian tata bahasa tapi langsung tercatat di kehidupan nyata.

Mencampuradukkan want dan won't saat mendengar dan berbicara. Ini kesalahan paling berat dalam daftar karena membalik arti kalimat. "I want to work with them" dan "I won't work with them" adalah dua kalimat yang berlawanan. Saat telinga belum bisa memisahkan vowel, pegang struktur: setelah want hampir selalu ada to atau kata benda, sedangkan setelah won't ada kata kerja dasar.

Menulis wanna dalam teks. Kamu akan mendengar wanna di hampir setiap percakapan dan melihatnya di lirik lagu, pesan, subtitle. Itu ada dan itu umum. Tapi itu transkripsi cara bicara, bukan ejaan standar. Di email kerja, ujian, atau teks apa pun, tulis want to. Mendengarnya tidak berarti boleh menulisnya.

Latihan cepat

Delapan kalimat, isi want, wants, wanted, atau wanting. Buka jawaban di bagian bawah setelah selesai mengerjakan seluruh latihan.

  1. Last week she ______ to change the whole layout.
  2. Did you ______ me to book a taxi?
  3. He has ______ that job since he joined the company.
  4. My manager ______ the report on her desk every Monday.
  5. They ______ us to wait outside until they finished.
  6. I did not ______ to interrupt the call.
  7. The section on costs is ______ in detail.
  8. Two of the partners ______ out after the first year.

Jawaban: 1. wanted. 2. want. 3. wanted. 4. wants. 5. wanted. 6. want. 7. wanting. 8. wanted.

Kalimat 2 dan kalimat 6 adalah dua kalimat yang layak dihentikan sejenak. Keduanya punya did atau did not di depan, jadi kata kerjanya kembali ke bentuk dasar, meski seluruh kalimat bicara tentang masa lalu. Kalimat 7 juga layak dilihat lagi: di sana want berarti kurang, bukan ingin, dan bentuk yang benar adalah wanting setelah kata kerja be. Kalau kamu salah di kalimat 7, tabel makna di bagian kedua layak dibaca ulang sekali.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bentuk lampau dari want?

wanted. Want adalah kata kerja beraturan, jadi past simple dan past participle memakai bentuk yang sama wanted, diucapkan /ˈwɑːntɪd/ dengan dua suku kata.

Wanted diucapkan dengan berapa suku kata?

Dua suku kata. Karena batang kata berakhiran /t/, akhiran -ed wajib jadi suku kata tersendiri /ɪd/. Kelompok yang sama: needed, started, waited, decided, visited.

Mengapa wanted terdengar seperti want it?

Karena dalam bahasa Inggris Amerika santai, bunyi /t/ di antara dua vokal sering hilang, seperti winter jadi winner. Saat bunyi itu hilang, "wanted" dan "want it" terdengar hampir sama. Satu-satunya cara membedakannya adalah melihat bagian setelahnya: ada to ditambah kata kerja berarti itu wanted.

Apa bedanya want dan won't?

won't adalah bentuk singkat dari will not dan bermakna negatif tentang masa depan. want adalah kata kerja yang menyatakan keinginan. Secara bunyi, won't punya diftong geser sedangkan want punya vokal pendek terbuka. Secara struktur, setelah won't ada kata kerja dasar, sedangkan setelah want ada to atau kata benda.

Apakah benar bilang I want that he comes?

Tidak benar. want tidak dipakai dengan klausa that. Kalimat yang benar adalah "I want him to come", dan di masa lampau "I wanted him to come". Ini salah satu kesalahan struktural paling sering dengan kata kerja ini.

Berapa lama latihan sampai bisa mendengar wanted dalam percakapan cepat?

Secara aturan, satu sesi duduk yang cukup sudah cukup. Bagian telinga tergantung latar belakang mendengar saat ini, dan cara mengukur paling praktis adalah mengetik ulang beberapa cuplikan percakapan lalu hitung berapa kali kamu berganti antara wanted dan want it. Tes tingkat mendengar memberimu titik acuan untuk dibandingkan lagi setelah beberapa minggu.

Want adalah kata kerja paling sederhana soal konjugasi dan paling rumit soal telinga, karena sekaligus ia menanggung satu suku kata yang sering hilang, satu pasangan vokal yang mudah tertukar dengan won't, dan satu struktur yang tidak ada di bahasa Indonesia. Pilih satu episode pendek dan coba dictation satu cuplikan percakapan sehari-hari, lalu hitung berapa kali wanted di transkrip kamu tertulis jadi want it.

WELE Team
The WELE team writes about dictation, listening practice and how to keep self-study going.