Berbagi Pengalaman 9.0 IELTS Listening lewat Metode Dikte Bersama WELE

WELE Team5 min read1 views
Berbagi Pengalaman 9.0 IELTS Listening lewat Metode Dikte Bersama WELE

Edisi sebelumnya saya pernah membagikan cara memakai WELE untuk meningkatkan keterampilan Listening. Hari ini saya baru saja dapat nilai ujian IELTS kedua, dan untungnya saya sudah mencapai target. Post hari ini saya akan membagikan rute detail bagaimana saya sampai ke skor Listening seperti sekarang, semoga bisa menginspirasi kalian untuk terus percaya pada WELE.

I. Gambaran umum

Agustus 2019: Saya ikut kursus IELTS dari teman, ujian itu overall dapat 6.5, keterampilan mendengar dapat 7.0 (saya belajar mendengar dengan metode dictation).

Desember 2024: Saya belajar sepenuhnya sendiri, overall 8.0, keterampilan mendengar 9.0 (saya belajar mendengar dengan dictation, dengar podcast, cerita berbahasa Inggris).

II. Rute detail

1. Belajar bahasa Inggris sendiri di universitas dan ... gagal

Saya anak jurusan IPA, kemampuan bahasa Inggris goyah-goyah sekitar nilai 6, 7 sepanjang SMP dan SMA (waktu itu cuma belajar tata bahasa saja, guru kadang nyalain radio supaya dengar beberapa bagian dialog bahasa Inggris tapi waktu itu nggak ngerti mereka ngomong apa =))). Naik kuliah, sebagian karena belum banyak review berkualitas seperti sekarang, sebagian lagi karena saya keras kepala mau belajar bahasa Inggris sendiri. Tapi karena malas, hasil belajar cuma pelafalan bahasa Inggris selama beberapa tahun. =)).

Sekitar tahun 3, tahun 4 kuliah saya sudah tahu WELE, waktu itu WELE belum punya alat sekeren sekarang, tapi tim admin WELE yang super antusias sudah menyemangati saya dictation ke file word lalu kirim ke email umum WELE, cuma waktu itu kemampuan mendengar saya jelek banget, dengar Spotlight terus-terusan nggak bisa selesai satu artikel, jadi butuh 2 tahun baru bisa kirim 25 artikel Spotlight untuk WELE. :v (Itu harus berkat admin yang super baik + super rajin chat nyemangatin saya, baru saya bisa kirim segitu banyak artikel)

2. Daftar kursus IELTS dan kemampuan bahasa Inggris masih .... jelek banget

Setelah lulus kuliah, saya mau kerja di pusat bahasa Inggris, jadi terpaksa belajar untuk ujian sertifikat. Waktu itu saya naif banget (atau jujur aja stupid, bodoh =))) kira 6.5 atau 7.0 IELTS berarti harus bisa bahasa Inggris luar biasa, kayak nonton film tanpa sub, bla bla... Daftar kursus IELTS, seharian latihan soal (padahal saya benci latihan soal), Part 1 masih kedengaran, tapi Part 2, 3, 4 langsung buntu. Tapi karena sayang uang yang sudah keluar, saya tetap paksa selesai kursus. Ditambah saya juga dengar banyak tentang manfaat metode dictation, jadi saya putuskan untuk soal-soal yang harus saya latih, saya akan dictation seluruhnya. Hasilnya saya belajar satu kelas dengan 5 teman perempuan, saya dapat 6.5 overall, teman-teman yang lain sekitar 5.0, 5.5 gitu.

3. Berjalan bareng WELE

Agustus 2019 saya tahu nilai IELTS, dapat 7.0 Listening, dan sadar kalau .... kemampuan bahasa Inggris saya masih sangat sangat jelek, nonton film nggak ngerti, baca sub tetap nggak ngerti, kosakata baru masih super super sedikit. Dan saya merasa benar-benar tersesat di jalan belajar bahasa Inggris...

Untungnya berkat admin WELE yang baik hati menyemangati, saya selesai milestone 25 artikel dictation pada Desember 2019... Lalu waktu itu kak Hiếu chat undang jadi admin. Ui, waktu itu saya senang banget, meskipun saya juga bilang ke kak Hiếu kalau kemampuan bahasa Inggris saya jelek banget, nggak tahu bisa jadi admin nggak, tapi kak Hiếu semangatin bilang awalnya dulu kerjain hal-hal yang nggak butuh kemampuan bahasa Inggris tinggi, nanti naik level belakangan. Jadi saya melekat dengan tim admin WELE dari waktu itu sampai sekarang. Perjalanan panjang dan bermakna.

Dari Desember 2021 - 11/2023 (belakangan saya wariskan ke adik perempuan saya) saya mulai nulis artikel pembuka Spotlight untuk WELE. Waktu itu saya baca script bagian listening dengan teliti, cari semua kata yang nggak ngerti (kalau ketemu frasa sulit saya chat ke grup admin, minta kakak-kakak jelasin), saya juga dampingi adik perempuan saya dengar artikel Spotlight, minta adik terjemahin lalu saya koreksi terjemahannya. Selain itu saya tetap lanjut dictation di WELE (saya dengar Spotlight sudah benar sekitar 90% baru pindah ke artikel English at work, 6 minute English, TED, dsb...). Dengan cara ini, kemampuan mendengar saya naik signifikan.

Sampai saya dictation 230 artikel listening di WELE, saya mulai dengar ulang artikel 6ME, sekarang saya naikkan kecepatan dengar jadi 1.5 kali.

Sampai saya selesai 240 artikel listening, saya kerjain soal CAM listening di rumah sudah sekitar 7.0-8.0.

4. Faktor lain

Ada peribahasa yang sangat terkenal dalam bahasa Inggris "If you want to go fast, go alone. If you want to go far, go together.". Saya punya banyak teman seperjalanan dalam proses belajar bahasa Inggris, pertama WELE, kedua rekan kerja perempuan di perusahaan saya, ketiga adik perempuan saya, keempat murid-murid yang saya ajar. Dengan rekan kerja perempuan saya, kami berdua punya level awal setara (sama-sama nggak tahu apa-apa), jadi kami berdua belajar kosakata dari buku English Vocabulary In Use, belajar tata bahasa dari buku English Grammar In Use, latihan speaking bahasa Inggris bareng, kirim tugas satu sama lain setiap hari untuk latihan disiplin belajar bahasa Inggris, dsb. Selain itu saya juga ajar adik perempuan saya dan beberapa murid lain, jadi kemampuan bahasa Inggris saya juga naik lewat aktivitas itu.

Saya suka cerita Harry Potter jadi setelah baca cerita berbahasa Inggris, saya juga dengar-ulang audio bagian favorit saya dalam bahasa Inggris. Selain itu, saya suka dengar podcast berbahasa Inggris, jadi itu juga banyak membantu saya. (Catatan: saya cuma lakukan aktivitas ini kalau nilai artikel dictation 6ME, English at work, TED saya sekitar 85-95%. Waktu saya dengar Spotlight, saya nggak bisa dengar podcast Bahasa Inggris - mau dengar tapi nggak ngerti apa-apa =]] )

Tentu saja nggak bisa lewatin fase latihan soal, tapi waktu latihan soal saya cuma 1/10 waktu dictation + podcast dan sejenisnya. =)))

5. Kesimpulan

WELE adalah alat untuk latihan mendengar, jadi belajar keterampilan lain butuh kamu cari sumber materi lain. Tapi belajar bahasa Inggris selalu datang dari kamu harus menguasai keterampilan input (Mendengar, Membaca) baru kamu bisa belajar keterampilan output (Berbicara, Menulis). Jadi saya harap artikel ini sudah memberi kalian sudut pandang lebih detail tentang belajar bahasa Inggris.

Semoga kalian selalu menemukan kegembiraan belajar bahasa Inggris bareng WELE ya! Sampai jumpa di artikel-artikel berikutnya!

Link asli: https://www.facebook.com/groups/welelearn/posts/3448246028642770

Artikel lain tentang Bu Vương Thị Hoa

https://wele-learn.com/blog/vi/co-giao-vuong-thi-hoa

WELE Team
The WELE team writes about dictation, listening practice and how to keep self-study going.