Kenapa Listening Adalah Cara Paling Efektif Belajar Bahasa Inggris?

WELE Team5 min read1 views
Kenapa Listening Adalah Cara Paling Efektif Belajar Bahasa Inggris?
On this page

Saya masih ingat betul rasa malu di tahun itu.

Itu tahun ketiga kuliah. Saya sudah belajar bahasa Inggris lebih dari 10 tahun, nilai grammar selalu tinggi, kosakata juga tidak buruk. Tapi ketika bertemu seorang bule yang bertanya arah jalan, saya berdiri mematung. Dia mengucapkan satu kalimat sederhana, tapi di kepala saya cuma ada suara "ngiang-ngiung".

Saya tidak menangkap satu kata pun.

Malam itu, saya berbaring dan berpikir banyak. Bagaimana bisa belajar bahasa Inggris selama itu tapi tidak bisa mendengar? Kenapa orang-orang bilang "belajar bahasa Inggris" padahal sebenarnya cuma "belajar tentang bahasa Inggris"?

Dan saya mulai mencari tahu.

Kenyataan tentang cara kita belajar bahasa

Pernahkah kamu berpikir tentang bagaimana kamu belajar bahasa Vietnam?

Tidak ada yang mengajarkan tata bahasa Vietnam padamu saat kamu berusia 2 tahun. Tidak ada yang memaksamu belajar kosakata dari flashcard. Kamu hanya... mendengarkan. Mendengarkan orang tua bicara, mendengarkan kakak bicara, mendengarkan TV, mendengarkan radio. Mendengarkan sampai suatu hari kamu bisa bicara dengan sendirinya.

Ini adalah cara paling alami untuk belajar sebuah bahasa. Dan cara ini sudah berhasil selama jutaan tahun evolusi umat manusia.

Tapi saat belajar bahasa Inggris, kita melakukan hal yang benar-benar terbalik. Kita mulai dengan grammar, lalu belajar kosakata lewat buku, lalu berlatih membaca, dan baru terakhir mendengarkan. Bahkan banyak orang melewatkan tahap mendengarkan sama sekali.

Itulah alasan kenapa banyak orang belajar bahasa Inggris sangat lama tapi tetap tidak bisa berkomunikasi.

Mendengarkan adalah keterampilan fondasi

Pikirkan ini seperti membangun rumah. Kamu tidak bisa membangun dinding kalau belum ada fondasi.

Keterampilan mendengarkan adalah fondasi rumah. Ini adalah dasar untuk semua hal lainnya:

  • Pengucapan yang benar - Kamu tidak bisa bicara dengan benar kalau belum pernah mendengar dengan benar. Otak butuh sebuah "contoh" untuk ditiru.
  • Berbicara secara alami - Ketika banyak mendengarkan, kamu secara otomatis belajar cara penutur asli menggabungkan kata, memberi jeda kalimat, menaikkan dan menurunkan nada.
  • Membaca lebih cepat - Mendengarkan sepertinya tidak ada hubungannya dengan membaca, tapi sebenarnya saat membaca, otakmu tetap "melafalkan diam-diam" setiap kata. Kalau kamu terbiasa dengan bunyi dari kata itu, kamu membaca jauh lebih cepat.
  • Menulis secara alami - Orang yang banyak mendengarkan akan menulis dengan ritme yang lebih alami, tidak "kental logat Vietnam" dalam kalimatnya.

Kisah saya dengan metode dikte (dictation)

Setelah malam memalukan itu, saya mulai mencari cara mengatasi kelemahan mendengarkan saya.

Saya mencoba banyak cara: menonton film dengan subtitle, mendengarkan musik berbahasa Inggris, mendengarkan podcast. Tapi tidak terlalu efektif. Kenapa? Karena saya tidak tahu di bagian mana saya salah dengar.

Lalu saya menemukan metode dikte (dictation).

Idenya sangat sederhana: dengarkan sepotong audio dan tulis ulang apa yang kamu dengar. Setelah itu bandingkan dengan transcript untuk tahu di mana kamu salah.

Awalnya, hasilnya sangat buruk. Saya hanya bisa menangkap sekitar 30-40% isinya. Tapi yang penting adalah saya tahu persis di mana kelemahan saya:

  • Tidak bisa membedakan "he's" dan "his"
  • Salah dengar "want to" jadi "wanna" (padahal tidak tahu itu artinya sama)
  • Sama sekali melewatkan kata sambung seperti "a", "the", "of"
  • Belum terbiasa dengan kecepatan bicara normal penutur asli

Setelah 3 bulan berlatih rutin 30 menit setiap hari, saya bisa menangkap 70-80% isinya. Setelah 6 bulan, angka itu menjadi 90%.

Yang lebih penting, saya mulai bisa mendengar orang asing bicara dalam situasi nyata.

Kenapa dictation lebih efektif daripada metode lain?

Saya sudah membandingkan banyak metode latihan mendengarkan. Ini yang saya sadari:

Menonton film dengan subtitle: Sebenarnya kamu sedang membaca subtitle, bukan mendengarkan. Otak memprioritaskan gambar daripada suara, jadi kalau ada tulisan, kamu otomatis membaca alih-alih mendengarkan.

Mendengarkan musik: Bagus untuk membiasakan diri dengan bunyi bahasa Inggris, tapi lirik lagu biasanya tidak mencerminkan cara bicara yang sesungguhnya. Dan kamu tidak tahu di mana kamu salah dengar.

Mendengarkan podcast secara pasif: Kalau mendengarkan tanpa fokus, otak tidak memproses secara mendalam. Informasi masuk telinga kiri, keluar telinga kanan.

Dikte: Memaksamu untuk fokus 100%. Ada umpan balik langsung saat kamu tahu di mana kamu salah. Otak belajar cara "memetakan" bunyi dengan kata tertulis.

Berapa lama kamu perlu untuk melihat hasil?

Saya akan jujur padamu: tidak ada metode yang memberi hasil instan.

Tapi dengan dikte, saya menyadari:

  • 2 minggu pertama: Kamu akan terbiasa dengan metode ini dan mulai menyadari kesalahan-kesalahan mendengar yang umum kamu lakukan.
  • 1 bulan: Kamu akan melihat skor meningkat secara nyata. Kata-kata yang dulu tidak bisa kamu dengar, sekarang bisa.
  • 3 bulan: Kamu akan menyadari kamu bisa memahami sebagian saat orang asing bicara dalam situasi nyata.
  • 6 bulan: Mendengarkan bahasa Inggris tidak lagi menjadi "beban". Itu menjadi hal yang biasa.

Tentu saja, waktu ini tergantung pada seberapa sering kamu berlatih. 30 menit setiap hari akan memberi hasil lebih cepat daripada 30 menit setiap minggu.

Penutup: Mulai dari mana?

Kalau kamu sudah membaca sampai sini, mungkin kamu sudah cukup yakin (setidaknya sebagian) tentang pentingnya keterampilan mendengarkan.

Jadi, mulai dari mana?

Saya menciptakan WELE justru untuk menyelesaikan masalah ini. WELE menyediakan ratusan latihan mendengarkan yang dikelompokkan berdasarkan tingkat kesulitan, dengan sistem penilaian otomatis supaya kamu langsung tahu di mana kamu salah.

Tapi apa pun alat yang kamu gunakan, yang paling penting adalah: mulai hari ini juga.

Jangan biarkan satu tahun lagi berlalu sementara kamu masih belum bisa mendengar bahasa Inggris. Jangan biarkan dirimu jatuh ke situasi memalukan seperti yang saya alami tahun itu.

Perjalanan seribu mil dimulai dari satu langkah kaki. Apa langkah pertamamu?

WELE Team
The WELE team writes about dictation, listening practice and how to keep self-study going.